Minggu, 18 Oktober 2015

Inilah Jawaban Mengapa Suharto Tidak Menjadi Target PKI dalam Peristiwa G30S/PKI.



Selama puluhan tahun opini kita telah digiring untuk menempatkan Jenderal Suharto sebagai Dalang dari peristiwa G30S/PKI. Selama puluhan tahun pula opini kita digiring untuk menuduh Jenderal Suharto sebagai orang yang paling bertanggung jawab atas pembantaian jutaan rakyat tidak berdosa yang menjadi korban sebagai dampak dari peristiwa pembantaian 7 perwira TNI AD di Lubang Buaya. Selama puluhan tahun opini kita digiring untuk menganggap peristiwa G30S/PKI adalah konflik internal ditubuh TNI AD. Mereka seolah mengabaikan pengakuan saksi hidup yang melihat langsung keberadaan anggota Pemuda Rakyat yang merupakan organisasi sayap PKI saat peristiwa penculikan terjadi. (kesaksian Amelia Yani, putri dari Jenderal Ahmad Yani).



Menurut Sastrawan Taufiq Ismail, kaum Komunis memang pinter dan ahli dalam memutar balikkan faka, memanipulasi data, memanipulasi informasi, memalsukan dokumen, mengarang cerita yang telah direkayasa, memfitnah dan menipu. Mereka juga akan memaki dan menghujat orang yang dianggap bertentangan dengan mereka. Lalu mereka tidak segan untuk membunuh bahkan membantai orang yang dianggap menentang keinginan mereka.

Pada acara ILC tanggal 29 September 2015 lalu terbukti kalau kaum Komunis berusaha memutar balikkan fakta seolah-olah mereka adalah “Korban” dari konspirasi jahat yang terjadi ditahun 1965. Mereka tanpa malu berusaha membuktikan kalau mereka telah menjadi “Korban” dari perbuatan yang tidak pernah mereka lakukan. Mereka seolah-olah menutup mata dan mengabaikan kesaksian pelaku sejarah yang melihat dan mengalami sendiri peristiwa yang sebenarnya. Mereka seolah-olah mengabaikan kesaksian Amelia Yani, putri dari Jenderal Ahmad Yani yang melihat langsung keterlibatan Pemuda Rakyat yang merupakan organisasi sayap dari PKI, saat peristiwa penculikan dan pembantaian bapaknya. Amelia Yani dengan jelas menggambarkan anggota Pemuda Rakyat yang dikenali dengan mengenakan tanda pita tanpa mengenakan sepatu lars layaknya tentara. Pada acara ILC tanggal 29 September 2015, Prof. JE Sahetapy secara implisit telah mengingatkan kita semua tentang militansi kaum Komunis, “masih hidup saja para saksi sejarah, kaum komunis sudah berani mencoba memutar balikan fakta, bagaimana bila semua saksi sejarah sudah pada meninggal dunia ?”.

Sekarang penulis ingin mengajak pembaca pada beberapa fitnah yang ditujukan pada Suharto. Berbagai versi cerita dikarang pihak-pihak tertentu untuk menggiring opini kita agar membenci Suharto. Berbagai versi cerita tentang masa lalu Suharto yang buruk dikarang agar versi cerita yang mereka karang terlihat kapabel. Ada versi cerita yang dikarang seolah-olah Suharto memiliki dendam pribadi kepada semua korban yang terbunuh di Lubang Buaya. Ada versi cerita yang dikarang seolah-olah Suharto berkelakuan asusila karena memiliki hubungan gelap dengan seorang artis bernama Rahayu Effendi. Bahkan dikarang cerita seolah-olah telah terjadi wawancara dengan para tetangga Rahayu Effendi di Bogor kalau memang pernah terjadi penyiraman tinja kerumah Rahayu Effendi yang di Bogor. Ada juga versi cerita yang mempertanyakan mengapa Suharto tidak menjadi bagian dari target pembunuhan dimalam itu. Bahkan ada versi cerita yang memasukan nama Jenderal Gatot Subroto sebagai pihak yang paling membela Suharto dengan alasan Suharto memiliki potensi yang masih bisa dibina.  Ada juga versi cerita yang menunjukan bila sebelum peristiwa pembantaian ke 7 perwira TNI AD ternyata Kolonel Latief yang juga mantan bawahan Suharto ketika masih di Kodam Diponegoro telah melakukan beberapa pertemuan dengan Suharto bahkan hingga malam kejadian yaitu tanggal 18, 28, 29 dan 30 September 1965. Bahkan kondisi Tommy Suharto yang masuk Rumah Sakit dituduh sebagai akal-akalan Suharto agar tetap berada di Jakarta. Semua versi cerita dikarang dengan satu tujuan untuk menunjukan kalau Suharto yang terlihat santun hanyalah pura-pura atau kamuflase untuk menutupi kelakuannya yang buruk.
 
Mari kita membahas perihal pertanyaan "mengapa Suharto tidak menjadi target dari operasi". Mereka berusaha mendiskreditkan Suharto dengan situasi dimana kediaman para perwira TNI AD yang menjadi korban G30S/PKI berdekatan dengan kediaman Suharto. Mereka juga menjadikan posisi Pangkostrad yang memiliki kekuatan pasukan tapi mengapa tidak menjadi target operasi penculikan dan pembantaian. 

Mari kita bahas satu persatu. Kita semua tentu tahu kalau semua perwira TNI AD yang menjadi korban kebrutalan PKI adalah mereka yang menolak proposal yang diajukan PKI mengenai Angkatan ke V. Memang benar bila tempat tinggal mereka saling berdekatan yaitu didaerah Menteng. Tapi harus diingat bahwa mereka yang menjadi korban adalah para petinggi di Markas Besar AD. Jenderal AH Nasution merupakan Menko Pangab namun jabatannya hanya jabatan struktural. Jenderal Ahmad Yani merupakan Menpangad/KASAD yang merupakan pucuk pimpinan tertinggi di TNI AD. Sutoyo, S Parman, Suprapto, DI Panjaitan, MT HARYONO merupakan deputi ataupun Asisten Menpangad yang berkedudukan di Markas Besar TNI AD. Ke 7 perwira TNI AD yang menjadi target penindakan Letkol Untung adalah petinggi TNI AD yang membuat keputusan dan kebijakan di tubuh TNI AD. Suharto yang ketika itu menjabat sebagai Pangkostrad bukanlah bagian dari Mabes AD yang dapat memberi keputusan dan Suharto hanyalah bagian dari mereka yang menjalankan keputusan yang diambil Mabes AD. Posisi Suharto sama seperti posisi Pangdam Jaya atau DanRPKAD yang merupakan perwira pasukan yang siap menjalankan kebijakan para petinggi di Mabes TNI AD. Sebagai Pangkostrad, Suharto selalu siap menjalankan setiap perintah yang dikeluarkan Mabes AD. Itulah yang menjadi alasan kalau Suharto bukanlah orang penting yang pantas dijadikan target operasi. 

Sikap Suharto yang selalu loyal dan patuh kepada atasan membuat Suharto tidak termasuk dalam target operasi penculikan. Suharto tidak pernah mengeluarkan statement yang berseberangan dengan Panglima Tertinggi ABRI. Suharto tidak pernah membangkang atau menolak setiap kebijakan yang diambil Panglima Tertinggi ABRI. Mereka menganggap Suharto akan loyal dan patuh kepada pimpinan tertinggi Panglima Tertinggi ABRI.

Mereka yang memfitnah Suharto juga mengarang cerita tentang pasukan dari Kodam Diponegoro dan Kodam Brawijaya yang dikirim ke Jakarta dengan dalih untuk memperingati hari ABRI pada tanggal 5 Oktober 1965. Mereka memanfaatkan jabatan Suharto yang pernah menjabat sebagai Pangdam Diponegoro ditahun 1959 lalu. Mari kita bahas posisi Suharto sebagai Pangkostrad kala itu dengan kehadiran pasukan dari Kodam Diponegoro dan Kodam Brawijaya. Dengan jabatan sebagai Pangkostrad kala itu, apakah mungkin Suharto mampu memerintahkan pengiriman pasukan dari Komando Teritory yang notabene bukanlah bagian dari pasukan Kostrad ? Para antek PKI memanfaatkan posisi Suharto yang pernah menjadi Pangdam Diponegoro lalu mengarang cerita seolah-olah Suharto masih memiliki wewenang untuk menggerakan pasukan dari Kodam Diponegoro dan pasukan dari Kodam Brawijaya. Seperti diketahui, Mayjen Pranoto juga pernah menjabat sebagai Pangdam Diponegoro dan beliau terbukti terlibat langsung dalam operasi penculikan ke 7 perwira TNI AD sesuai dengan pengakuan Letkol Untung dipersidangan. Kedua pasukan ini menjadi bagian dari operasi penculikan dan pembantaian ke 7 perwira TNI AD dan kedua pasukan ini ditumpas habis dalam operasi militer yang dilakukan oleh pasukan RPKAD pimpinan Kolonel Sarwo Edhie.


Harus diingat, apakah bila tempat tinggal mereka saling berdekatan lalu salah satu dari mereka yang luput dari target harus dituduh sebagai pelakunya ? atau, apakah bila Suharto pernah menjabat Pangdam Diponegoro lalu secara otomatis beliau terlibat atau dituduh sebagai pelaku bila pasukan dari bekas pimpinnnya bersalah ? Bila memang itu yang dijadikan acuan maka sekalian aja seluruh Pati yang tinggal disekitar Menteng dituduh sebagai dalang peristiwa G30S/PKI atau sekalian seluruh mantan Pangdam Diponegoro dituduh sebagai dalangnya juga.





-----000-----
-----000-----

48 komentar:

  1. Alhamdulillah Maha Benar ENGKAU Yaa ALLOH
    Dengan Segala Firman NYA.
    Kiranya Alloh Swt memulyakan Almarhum Bapak Haji Soeharto di Alam Barzah dg segala Kebaikannya.
    Maturnuwun semuanya
    Dalam usia lanjutku masih dapat mengingat Kebaikan dan Kebenaran uraian para Prof di NKRI ini.
    Semoga Alloh Swt melipatgandakan kemulyaan bagi sang Prof. Terimakasih
    Salam taklim katur Mbak Tutut dan Mas+Mbak poro putro Ibu Bapak H.Soeharto.

    BalasHapus
    Balasan
    1. masa suharto sebego itu yg nulis orang bego suharto to orangnpinter masa gk tau apa2 jangan2 lo juga nggak tau tapi sok tau

      Hapus
    2. Unknown Dasar PKI buta mata buta hati nya...gak punya malu, penjelasan dan fakta apapun akan ditolak degden berbagai alasan konyol,das da pki muka badak..

      Hapus
  2. amin,segala kebaikan itu tak akan pernah terhapus oleh kepahitan.semoga almarhum H.suharto kebanggaanku mendapat tempat terbaik disisi ALLAH SWT

    BalasHapus
  3. Pondasi negara kita rusak selama 32 tahun ,korupsi, nefotisme dll

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pola fikir anda yg rusak sepertinya

      Hapus
    2. Mank kamu ngrasakan..mendink jaman dulu dari pada sekarang...orang yang kayak kamu itulah yang merusak bangsa

      Hapus
    3. Mulyadi kau ga jelas...buat negara sendiri sana di luar NKRI..atau masuk laut lepas

      Hapus
    4. Orde baru diakhiri dengan krisis moneter. Itu angka merah suharto. Jaman dulu gak ada android, internet,gak ada pemilihan langsung lalu dibilang lebih baik. Habis makan micin berpa bungkus?

      Hapus
    5. Mas bro jaman dulu memang android belum tercipta anda yang harus dipertanyakan makan mecin berapa buah, makanya anda seharusnya, pemilihan langsung?????, anda sadar gak makna dari pancasila yang dibangun oleh founder negara kita nih saya ingatkan lagi sila ke 4: kerakyatan yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan. Anda bisa cermati makna sila ke 4 itu kan bos ... maka salahnya anda lahir dimasa milenia dimana otak anda sudah dicuci paham komunis yang merasa gak bersalah padahal laknatnya minta ampun

      Hapus
    6. Goblok akut, jaman orba ya emang android belum dibuat lah tolol, di negara lain pun belum ada... kok dibilang jaman sekarang lebih baik krn udah ada android internet... Gak sekalian aja bandingkan jaman sekarang ama jaman firaun

      Hapus
  4. Inilah INDONESIA. cintai saja segala kekurangan & kelebihan negara ini, perbaiki yg prnah salah, dan tingkatkan kebaikan dari kebaikan yg sdh kita lakukan utk negara & bangsa ini, Pancasila

    BalasHapus
  5. Inilah INDONESIA. cintai saja segala kekurangan & kelebihan negara ini, perbaiki yg prnah salah, dan tingkatkan kebaikan dari kebaikan yg sdh kita lakukan utk negara & bangsa ini, Pancasila

    BalasHapus
  6. Semoga almarhum pak Harto mendapat kemuliaan disisiNya, atas pengabdiannya pada bangsa dan negara... Amin.

    BalasHapus
  7. Sayangnya dendam kesumat suharto trhdp pki jg dilampiaskan ke bung karno.kita tahu bagaimana perlakuan suharto kpda bpk proklamator itu saat menjelang akhir hidup bung karno

    BalasHapus
  8. Janganlah mencari kesalahan para pemimpin negara NKRi, lihat sisi baiknya saja, pa soekarno, pa soeharto, atau siapapin yang pernah menjadi presiden RI,mereka punya jasa, disamoing mereka juga punykhkhilafan sebagai manusia, itu lumrah.. Manusia gak ada yang sempurna.

    BalasHapus
  9. Hati2 propaganda anak cucu & simpatisan pki yg sampai sekarang masih melakukan propaganda pemutarbalikan fakta!

    BalasHapus
  10. semoga negara indonesia menjadi negara
    aman aman aman

    BalasHapus
  11. semoga negara indonesia menjadi negara
    aman aman aman

    BalasHapus
  12. kenapa soeharto mengkudeta soekarno ?soekarno di asingkan ,,mati pelan2. tuduhan pki itu pertama kali soeharto yg berucap ,propaganda tanpa penyelidikan ,langsung main bunuh tuh soeharto ,pki cuma kambing hitam ,gak ada kepres ,soeharto mengangkat dirinya sendiri jdi presiden ,sejak soeharto presiden freport langsung lepas

    BalasHapus
    Balasan
    1. PKI cuma kambing hitam??? enteng sekali bacot kau.

      Hapus
    2. Goblok kamu.
      Rupa nya kamu (Giri) PKI juga ya.

      Hapus
    3. Benci boleh tapi tolol jangan
      Tanya itu sama orang yg pernah hidup di jaman PKI, mumpung saat ini masih banyak yg masih hidup, apakah mereka bs hidup tenang & nyaman seperti sekarang.
      Jangan pernah menganalisa sejarah yg sudah terjadi , lihat fakta di lapangan.

      Hapus
    4. Ini dia titisan pki, musnahkan

      Hapus
    5. Soeharto angkat diri sendiri? Hahaha...baca lagi, baca lagi. Jend. Besar AH. Nasution selaku ketua MPRS lah yang mengangkat Beliau. :p

      Hapus
    6. Giri. Sejarahnya dapat berapa bung?

      Hapus
  13. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  14. jgn biarkn pki bngkit lg,pki itu licik dan pntr memutar balikkn fakta.

    BalasHapus
  15. Kebanyakan makan mecin yah anda...lahirr thn brp kauuu????ayah gw lahir thn 42 beliau sndiri yg tau gmn sejarah masa lalu...kurang2in mkn meciin dahhh luuu...para penerus PKI ky lu tenggelamkan

    BalasHapus
  16. Dari 7 jenderal yang diculik, tidak ada satu pun yang memegang pasukan langsung. Sementara Soeharto dgn posisinya waktu itu adalah salah satu jenderal yang menguasai pasukan waktu itu. Ditambah lagi menurut pengakuan Soeharto biasanya saat Jenderal A Yani tidak ada dialah yang ditunjuk untuk plt. Kalau menurut saya G30 S PKI adalah ambisi busuk PKI yang sudah lebih dulu disusupi oleh agen-agen asing (sebut CIA). PKI terbukti dari sebelum 65, sudah melakukan banyak persikusi terhadap orang-orang yang berseberangan dengan mereka (kakek saya salah satu saksi hidupnya, karena kakek saya pun berulang kali hendak diculik PKI). Tapi kejadian 65 buat saya Soeharto pun ikut terlibat sebagai pion dari CIA untuk menggulingkan Soekarno dan menghancurkan akar komunis yang ada di Indonesia. Adalah bagus komunis tidak ada lagi di Indonesia, tapi juga berbahaya kalau membangkitkan kembali era soeharto di jaman sekarang ini mengingat Orde Baru dan PKI sama mengerikannya untuk Indonesia, hanya cara mereka berbeda. Yang satu dengan ideologi sosialis, yang satu dengan budaya korupsi yang sampai hari ini mengakar kuat di bangsa ini. Jadi tolong, buat penulis, jangan selalu menyamakan orang yang tidak suka dengan Soeharto dengan PKI. Buat saya keduanya sama-sama perlu dihapus dari bumi Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju sekali! Cerdasss luar biasa 😊
      Ini yg selama ini ada di benak saya. Soeharto menjadi pion asing aseng, sebagai hadiahnya krn bisa mrnjadi pemimpin negri, di hadiahkanlah freeport ke asing. Dari dewan jendral, pki hingga soeharto Dan asing, masing" memiliki ambisi menggulingkan soekarno dgn caranya sendiri. Tapi si pion kecilah yg maju sbg pemenangnya,. Orba edan!

      Hapus
  17. Turunkan mukjizat
    Mudahan ada yang bisa memecahkan teka-teki ini dengan benar ..

    BalasHapus
  18. Sukarno di kudeta ingin menggabungkan Nasionalisme sama komunis yg di singkat NASAKOM .
    Dan di era reformasi saat pa.Harto di lengserkan paksa
    Banyak organisasi yg menyudutkan pak Harto seperti organisasi HAM yg selalu ingin pak Harto di adili...
    Apa pendapat anda ,mohon pencerahan'a .
    Trimakasih.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  20. Sebagai manusia almarhum Jenderal besar soeharto tidak luput dari kesalahan, sudah sepantasnya kita memaafkan beliau.. dan sungguh keterlaluan jika kita tidak menghargai perjuangan dan jasa besar beliau pada bangsa dan negara..

    #Bersatu untuk NKRI tercinta

    BalasHapus
  21. sy orang Bima. setuju dgn J.A Adji.. byk sejarah yg disembunyikan... PKI harus di lenyapkan sampai 100 keturunan. klu PKI sedang bergerak di bawah tanah. kami juga akan bergerak dibawah tanah untuk menculik dan melenyapkan antek PKI.. Buat Pak Harto semoga diampuni semua dosa di dunia. Orde Baru byk merugikan negeri. Hutang, Penjualan aset negara ke pihak asing. eksploitasi SDA yg merugikan. akuisisi Aset dan Beralih kepemilikan perusahaan negara menjadi milik keluarga sendiri dan perusahaan besar yg dimiliki negara dengan mudah memindahkan kepemilikan menjadi milik pribadi...

    BalasHapus
  22. Gk usah mencari kesalahan soeharto...tapi lihat jasanya ke pada NKRI

    BalasHapus
  23. Janganlah kita jdi saling bermusuhan teman2 dikarenakan sejarah palsu ini yang dikarang oleh orang2 serakah yg ingin menguasai nengri ini & memperkaya diri sendiri dengan mengatakan perbuatan keji yang telah terjadi pada as30 september sepenuhnya adalah perbuatan PKI,

    BalasHapus
  24. Kalau saya percaya dibalik peristiwa G30SPKI ada campur tangan intelijen Asing, terutama yang ngotot mau menguasai gunung emas di Papua, dan perlemahan ABRI terutama matra Laut dan Udara yang sangat modern dan disegani dunia.

    BalasHapus
  25. Manusia tidak ada yg sempurna

    BalasHapus
  26. Dan memeang semua sdh dirancang soeharto

    BalasHapus